REMBUK STUNTING 2026
- Aug 07, 2026
- Pemdes Pematang Benteng Hilir
- Berita
Rabu, 15 Juli 2026 bertempat dibalai Kemasyarakatan Desa Pematang Benteng Hilir sedang berlangsung acara kegiaatan Rembuk Stunting yang berkaitan dengan program kegiatan pencegahan dan penanganan stunting di desa untuk APBDesa perubahan tahun 2026 dan APBDesa TA 2027 yang dihadiri oleh Perangkat Desa, BPD, PKK, Kader Posyandu, KPM, pengurus RDS, perwakilan kecamatan, KUA Sungai Tabukan, Kepala Balai Penyuluh KB, Pendamping Desa, Petugas Gizi dan Keluarga terindikasi stunting atau kurang gizi. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan Rembuk stunting ini membicarakan masalah dan penyebab stunting dan menggali informasi untuk program mencegah dan mengatasinya, menggali usulan untuk program stunting di desa, memberikan Informasi/pengetahuan kepada keluarga sasaran mengenai stunting, pencegahan dan penanggulangannya.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Pematang Benteng Hilir, beliau menyampaikan kegiatan pencegahan dan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas penggunaan dana desa, yang mana setiap tahunnya kita laksanakan kegiatan rembuk stunting seperti ini dengan menghadirkan berbagai instansi baik dari pemerintah kecamatan, Kepala Balai Penyulu KB, UPT Puskesmas khususnya petugas gizi, Kepala KUA dan pihak terkait lainnya yang sama-sama kita hadir disini untuk merembukkan hal-hal apa saja yang perlu kita laksanakan dalam mencegah dan menurunkan stunting yang ada didesa kami ini.
Petugas Gizi menyampaikan bahwa Desa Pematang Benteng Hilir telah melaksanakan kegiatan pemberian makan tambahan bagi anak terindikasi stunting dan kurang gizi, selain pemberian PMT tersebut anak-anak terindikasi stunting dan kurang gizi ini, berdasarakan saran dari dokter untuk berobat ke Puskesmas melakukan pengambilan sampel darah untuk pengecekan kadar HB anak, yang mana hasil dari kader HB tersebut bisa diketahui tingkat keseriusan permasalahan setiap anak apakah perlu dirujuk ke spesialis anak atau tindakan lainnya. Selain itu pemberian vitamin juga sangat penting bagi anak yang terindikasi stunting dan kurang gizi.
Sambutan pemerintah kecamatan yang diwakili oleh Bapak Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa Pemerintah kecamatan sangat mengaprisiasi kegiatan pencegahan penurunan stunting melalui kegiatan rembuk stunting di tingkat desa, selain merupakan prioritas penggunaan dana desa, kecamatan sungai tabukan juga mempunyai program kecamatan sungai tabukan menuju zero stunting atau gerakan untuk memenuhi kebutuhan gizi pada anak-anak agar dapat menciptakan generasi emas dimasa medatang. Sehingga kegiatan rembuk stunting pada hari ini diharapkan dapat mengatasi ataupun mencari solusi terhadap permasalahan stunting yang ada didesa.
Kepala Balai Penyuluh KB juga menyampaikan bahwa penurunan dan pencegahan stunting ini sangat erat kaitannya dengan pola asuh orang tua khususnya dalam pemberian makanan yang sehat dan bergizi untuk anaknya. Fokus utama dalam penurunan stunting ini bukan hanya tertuju pada si anak saja, akan tetapi orang tua juga sangat berperan penting dalam menangani hal tersebut, sehingga sangat penting bagi orang tua si anak untuk mendapatkan penyuluhan atau pengetahuan tentang pemenuhan gizi yang baik bagi anak sesuai dengan usianya.
Kepala KUA yang diwakili oleh Ibu Mardiatillah menyampaikan bahwa KUA juga berperan penting dalam penurunan dan pencegahan stunting diantaranya menunda terjadinya pernikahan dini dikarenakan ibu hamil yang masih berusia dini merupakan penyebab utama terjadinya stunting pada anak. Selain itu KUA juga memberikan konseling atau edukasi terhadap catin-catin sebelum melangsungkan pernikahan, yang mana isi dari konseling itu biasanya edukasi gizi seimbang, pola asuh 1000 HPK, perencanaan kehamilan dan jarak kelahiran serta edukasi tentang menelantarkan gizi anak. Harapannya dengan adanya konseling pranikah ini para catin menjadi sehat terlebih dahulu dan siap menjadi orang tua asuh sehingga dapat melahirkan anak-anak yang sehat.
Penyampaian kartu konvergensi stunting oleh KPM
1. Total rumah tangga sasaran : 114
2. Total remaja putri sasaran : 102
3. Jumlah total remaja putri anemia : 5
4. Jumlah catin : 3
5. Jumlah rumah tangga kategori rentan : 53
6. Jumlah ibu hamil resti : 0
7. Jumlah ibu hamil : 6
8. Jumlah anak 0 – 59 bulan : 50
9. Jumlah anak Balita kondisi gizi kurang : 4
10. Jumlah anak Balita kondisi gizi buruk : 0
11. Jumlah anak Balita terindikasi stunting : 5
12. Jumlah anak Balita belum mempunyai jaminan kesehatan : 0
13. Jumlah anak Balita belum mempunyai akta kelahiran : 0
14. Jumlah rumah tangga yang tidak mempunyai jamban : 0
15. Jumlah ibu hamil yang belum mempunyai jaminan kesehatan : 0
16. Ketersediaan 5 paket layanan yang ada di desa :
a. Ketersediaan Pelayanan KIA : Ada
b. Ketersediaan Konseling Gizi Terpadu : Ada
c. Ketersediaan Sanitasi dan Air Bersih : Ada
d. Ketersediaan Jaminan Perlindungan Sosial : Ada
e. Ketersediaan Sarana PAUD : Tidak Ada
Acara diakhiri dengan kegiatan diskusi & penyampaian usulan-usulan
- Petugas gizi meyampaikan atas saran dari dokter untuk meminta anak-anak yang terindikasi stunting dan kurang gizi berobat ke Puskesmas melakukan pengambilan sampel darah untuk pengecekan kadar HB anak. Waktu pelaksaan setiap hari senin, selasa dan jum’at dengan membawa kartu BPJS dan Buku KIA.
- Petugas gizi mengusulkan pemberian Vitamin bagi anak terindikasi stunting dan kurang gizi.
- Kepala Balai Penyuluh KB mengusulkan agar Pemerintah Desa mengadakan kegiatan penyuluhan bagi ibu-ibu balita khususnya ibu-ibu yang anaknya terindikasi stunting dan kurang gizi tentang pemberian makanan yang sehat dan bergizi bagi anak.
- Perwakilan dari KUA menyampaikan untuk calon-calon pengantin ketika mengikuti konseling catin diwajibkan datang bersama calon pasangannya sehingga kedua calon dapat mengetahui dan mendapatkan informasi bimbingan pranikah, kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting.